CDIA IPO INVESTOR WAJIB FOMO ATAU JUSTRU WASPADA?


Tasikmalaya, Gibei Unper
 – Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali dikejutkan dengan pencapaian luar biasa dari salah satu emiten baru: PT Chandra Duastira Infrastruktur Tbk (kode saham: CDIA). Perusahaan milik konglomerat Prajogo Pangestu ini sukses mencatatkan saham perdananya pada 9 Juli 2025, dan langsung mencuri perhatian investor karena kenaikan harga saham yang melesat jauh di atas ekspektasi.

Namun, di balik euforia ini, muncul pertanyaan penting: Apakah investor memang wajib FOMO (Fear of Missing Out), atau justru harus waspada?

Antusiasme Luar Biasa Saat IPO

CDIA berhasil menghimpun dana sebesar Rp 2,37 triliun melalui penerbitan 12,48 miliar saham dengan harga penawaran Rp 190 per lembar. Penawaran umum saham ini mendapatkan respons luar biasa dengan tingkat oversubscription hingga 563,64 kali, menjadikannya salah satu IPO dengan peminat tertinggi dalam sejarah pasar modal Indonesia.

Lebih dari 400.000 investor ikut serta dalam penawaran umum ini—sebuah angka yang mencerminkan tingginya kepercayaan pasar terhadap emiten yang bergerak di sektor infrastruktur ini.

Kinerja Hari Pertama: Langsung ARA dan Diserbu Investor

Pada hari pertama perdagangan, saham CDIA langsung menyentuh Auto Reject Atas (ARA). Tak hanya itu, di pasar negosiasi, harga saham CDIA bahkan menembus Rp 1.400 per lembar, meningkat lebih dari 7 kali lipat dari harga IPO.

Permintaan yang sangat tinggi di hari pertama bahkan menciptakan antrian beli senilai Rp 3,2 triliun, lebih besar dari nilai total IPO-nya sendiri. Fenomena ini menjadi sinyal bahwa pasar sangat menantikan kemunculan CDIA.

Komentar