Pertama, kalau kamu nabung rutin Rp100.000 per minggu, berarti dalam setahun kamu nabung Rp5.200.000. Kalau dikalikan lima tahun, total uang yang kamu setor itu Rp26.000.000. Tapi itu baru angka mentah belum dihitung bunga atau return dari investasinya. Nah, di sinilah simulasi mulai seru.
Misalnya kamu taruh uangnya di reksa dana saham dengan rata-rata imbal hasil 10% per tahun. Kalau kamu konsisten invest setiap minggu, lima tahun kemudian nilai investasimu bisa tembus sekitar Rp33–35 jutaan. Artinya kamu dapet tambahan sekitar 7–9 juta cuma dari disiplin dan waktu.
Sekarang bandingin kalau uang itu cuma ditaruh di tabungan biasa dengan bunga 1–2% per tahun. Nilainya paling naik jadi Rp27 jutaan nyaris nggak kerasa. Jadi, bedanya bukan cuma di nominal, tapi juga di mindset investasi bikin uang kamu kerja buat kamu, bukan cuma tidur di rekening.
Tapi tentu aja, investasi bukan jaminan pasti untung. Kadang pasar turun, kadang naik. Makanya penting banget ngerti profil risikomu dan pilih instrumen yang sesuai. Kalau kamu baru mulai, reksa dana campuran atau pasar uang bisa jadi pilihan yang lebih aman sebelum masuk ke saham langsung.
Jadi, kalau selama ini kamu ngerasa “ah, Rp100 ribu mah kecil,” coba ubah pola pikir itu. Karena dari angka kecil yang dikumpulin terus-menerus, kamu bisa bangun kebiasaan besar yang bener-bener ngubah arah keuangan kamu ke depan. Yang penting bukan mulai besar, tapi mulai sekarang.

Komentar
Posting Komentar