Harga emas kembali mencetak sejarah baru. Logam mulia ini menembus level psikologis US$5.500 per troy ounce, menandai all–time high (ATH) di tengah meningkatnya ketidakpastian global.
Di pasar spot, harga emas melonjak 4,6% dan ditutup di kisaran US$5.417,2/oz pada Rabu (28/1). Penguatan belum berhenti. Pada Kamis (29/1) pagi, emas kembali melesat hingga menyentuh US$5.588,7/oz, level tertinggi sepanjang masa.
SAFE-HAVEN KEMBALI JADI INCARAN
Bloomberg melaporkan bahwa reli emas kali ini didorong oleh meningkatnya permintaan aset safe–haven. Investor global mulai kembali mencari perlindungan nilai seiring memanasnya ketidakpastian geopolitik dan kekhawatiran terhadap debasement trade, yakni penurunan nilai mata uang akibat kebijakan moneter longgar dan risiko fiskal.
Emas kembali dipandang sebagai aset lindung nilai yang paling “bersih” di tengah volatilitas pasar keuangan global, mulai dari saham hingga obligasi.
FED TAHAN SUKU BUNGA, PASAR TETAP BERSPEKULASI
Meski The Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga acuannya di kisaran 3,5–3,75% pada Rabu (28/1) waktu setempat, pasar tidak sepenuhnya percaya kebijakan ini akan bertahan lama.
Bloomberg mencatat bahwa pelaku pasar mulai mengantisipasi pemangkasan suku bunga AS ke depan, terutama setelah mencuatnya spekulasi penunjukan Rick Rieder, eksekutif senior BlackRock, sebagai calon Ketua The Fed yang baru.
Rieder dikenal sebagai sosok yang mendukung pemangkasan suku bunga lebih agresif, sebuah sikap yang secara historis sangat positif bagi harga emas.
SINYAL JANGKA MENENGAH
Kombinasi antara:
-
Ketidakpastian geopolitik
-
Spekulasi arah kebijakan moneter AS
-
Melemahnya kepercayaan terhadap stabilitas mata uang
membuat emas berada dalam tren bullish struktural. Penembusan level US$5.500/oz bukan hanya simbol psikologis, tetapi juga sinyal bahwa pasar sedang mempersiapkan skenario global yang lebih defensif.
Bagi investor, reli emas kali ini menegaskan satu hal: ketika ketidakpastian meningkat, emas kembali menjadi raja.
Tim Edukasi

Komentar
Posting Komentar