Tasikmalaya, GIBEIUNPER- Di era digital sekarang, jadi konsumen itu gampang banget. Promo, diskon, dan tren lifestyle sering bikin uang jajan mahasiswa cepat habis. Tanpa sadar, kita lebih banyak menghabiskan uang daripada membangun masa depan finansial.
Padahal, sebagai generasi muda, mahasiswa perlu mulai meningkatkan literasi keuangan sejak dini. Literasi keuangan bukan hanya tentang menabung, tetapi juga memahami cara mengelola dan mengembangkan uang melalui investasi.
Salah satu sarana yang bisa dimanfaatkan adalah pasar modal. Saat ini, akses investasi semakin terbuka untuk semua kalangan. Program edukasi dari Bursa Efek Indonesia menunjukkan bahwa investasi bukan hanya untuk orang kaya, tetapi untuk siapa saja yang mau belajar. Inilah bentuk nyata inklusi keuangan, di mana setiap orang memiliki kesempatan yang sama.
Di kampus, mahasiswa dapat mulai belajar melalui komunitas seperti Kelompok Studi Pasar Modal Universitas Perjuangan Tasikmalaya (KSPM UNPER). KSPM menjadi wadah edukasi, diskusi, dan praktik investasi bagi mahasiswa agar lebih siap menghadapi dunia keuangan. Melalui kegiatan seminar, workshop, dan kelas pasar modal, mahasiswa tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga pengalaman langsung.
Mulai investasi tidak harus menunggu memiliki penghasilan besar. Bahkan dari uang jajan, mahasiswa sudah bisa membangun kebiasaan finansial yang sehat. Yang terpenting adalah konsistensi dan mindset jangka panjang.
Pada akhirnya, mahasiswa bukan hanya calon pekerja, tetapi juga calon investor. Jadi, pertanyaannya sekarang:
kamu mau terus jadi konsumen, atau mulai membangun aset bersama KSPM UNPER?

Komentar
Posting Komentar