MODAL KECIL NGGAK MASALAH, ASAL MINDSET KAMU NGGAK KECIL

Tasikmalaya, GIBEIUNPER- Banyak orang mikir,“Ah, investasi mah buat yang duitnya udah banyak.” Padahal… yang bikin orang maju itu bukan modal besar dulu,tapi mindset besar dulu. Sekarang gini, kamu bisa mulai investasi saham bahkan dengan nominal yang relatif terjangkau. Artinya, akses ke pasar modal itu makin terbuka. Tapi kenapa masih banyak yang nggak mulai?Jawabannya simpel: bukan karena nggak punya uang, tapi karena belum punya mindset dan literasi yang cukup. Mindset > Nominal. Mindset besar itu artinya:

✔️ Paham pentingnya ngatur uang

✔️ Nggak cuma mikirin hari ini, tapi juga masa depan

✔️ Mau belajar sebelum ambil keputusan

Kalau mindset-nya masih “yang penting gajian habis”, ya berapa pun modalnya bakal tetap habis. Tapi kalau mindset-nya sudah paham konsep investasi, compounding, dan manajemen risiko — bahkan uang kecil pun bisa jadi langkah awal. Literasi Keuangan Itu Kunci. Literasi keuangan bukan cuma soal tahu istilah saham, IHSG, atau dividen.Literasi itu soal:

Tahu cara kerja investasi

Paham risiko sebelum cuan

Bisa bedain spekulasi dan strategi

Nggak gampang FOMO

Tanpa literasi, akses yang luas justru bisa bikin rugi. Dengan literasi, peluang jadi lebih terarah. Inklusi Keuangan: Semua Punya Kesempatan. Sekarang akses ke pasar modal makin inklusif. Siapa pun bisa buka rekening efek. Siapa pun bisa belajar lewat komunitas, webinar, atau organisasi kampus. Artinya, dunia investasi bukan lagi milik “orang tertentu”. Bukan cuma anak ekonomi. Bukan cuma yang modalnya ratusan juta. Semua mahasiswa punya kesempatan yang sama. Yang beda cuma satu: Siapa yang mau belajar, dan siapa yang cuma nonton dari jauh.Mulai dari Mindset, Lanjut ke Aksi Investasi itu bukan soal langsung kaya. Tapi soal konsisten, disiplin, dan terus upgrade knowledge.

Karena di era sekarang, keren itu bukan cuma soal lifestyle. Tapi soal financial awareness. Jadi, sebelum bilang “nunggu punya uang banyak dulu”, coba tanya ke diri sendiri: Mindset kamu sudah siap belum. Karena di dunia investasi, yang paling mahal itu bukan sahamnya tapi pola pikirnya.

Komentar