Tasikmalaya, GIBEIUNPER- Semangat baru kembali hadir di lingkungan Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) Universitas Perjuangan Tasikmalaya. Pada periode kepengurusan 2025–2026, tongkat estafet kepemimpinan resmi dipegang oleh Ade Yosi Laelani sebagai Ketua KSPM UNPER dan Muhamad Arifin sebagai Wakil Ketua KSPM UNPER.
Terpilihnya kedua sosok muda inspiratif ini menjadi harapan besar bagi kemajuan organisasi, khususnya dalam meningkatkan literasi investasi dan pasar modal di kalangan mahasiswa serta masyarakat Jawa Barat. Dengan semangat “Investropers Jawa Barat”, Ade Yosi Laelani dan Muhamad Arifin diharapkan mampu membawa KSPM UNPER menjadi organisasi yang semakin aktif, inovatif, dan berprestasi. Sebagai organisasi yang bergerak di bidang edukasi pasar modal, KSPM UNPER memiliki peran penting dalam membangun pemahaman generasi muda mengenai investasi yang cerdas dan berkelanjutan. Di bawah kepemimpinan baru ini, berbagai program kerja kreatif dan edukatif diharapkan dapat terus berkembang, mulai dari seminar investasi, sekolah pasar modal, pelatihan analisis saham, hingga kegiatan kolaborasi dengan berbagai pihak.Ade Yosi Laelani menyampaikan bahwa kepengurusan periode 2025–2026 akan fokus pada peningkatan kualitas sumber daya anggota serta memperluas jangkauan edukasi investasi di lingkungan kampus maupun masyarakat umum. Sementara itu, Muhamad Arifin menambahkan bahwa kerja sama, solidaritas, dan inovasi menjadi kunci utama dalam membangun organisasi yang progresif.
Kehadiran pemimpin baru ini tentunya menjadi motivasi bagi seluruh anggota KSPM UNPER untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata dalam dunia edukasi pasar modal. Semoga kepengurusan periode 2025–2026 mampu membawa KSPM UNPER semakin maju, berprestasi, dan menjadi wadah terbaik bagi generasi muda Investropers Jawa Barat.
Selamat dan sukses kepada Ade Yosi Laelani sebagai Ketua KSPM UNPER 2025–2026 dan Muhamad Arifin sebagai Wakil Ketua KSPM UNPER 2025–2026. Semoga amanah dalam menjalankan tugas dan mampu membawa perubahan positif bagi organisasi serta dunia investasi.
Komentar
Posting Komentar