Tasikmalaya, GIBEI UNPER - Investasi di pasar saham selalu menjadi topik menarik, terutama bagi mereka yang ingin meraih keuntungan jangka panjang. Salah satu cara untuk berinvestasi di pasar modal adalah dengan membeli saham IPO (Initial Public Offering). IPO adalah momen ketika perusahaan pertama kali menawarkan sahamnya kepada publik melalui bursa efek. Meskipun terlihat menguntungkan, banyak investor pemula yang merasa bingung tentang bagaimana cara membeli saham IPO dengan benar. Artikel ini akan memberikan panduan lengkap langkah-langkah mudah untuk membeli saham IPO di pasar modal, disertai dengan contoh nyata.
1. Apa Itu Saham IPO?
Saham IPO adalah saham yang pertama kali dijual oleh perusahaan ke publik melalui penawaran umum perdana. Ini memberikan kesempatan bagi investor untuk membeli saham perusahaan yang baru terdaftar di bursa efek, yang sering kali dianggap memiliki potensi pertumbuhan tinggi. Dengan membeli saham IPO, investor dapat memperoleh keuntungan jika harga saham perusahaan meningkat setelah IPO.
Contoh: Misalnya, pada tahun 2020, perusahaan GoTo (gabungan Gojek dan Tokopedia) melaksanakan IPO dan menawarkan sahamnya kepada publik. Ini adalah kesempatan bagi investor untuk membeli sahamnya di harga yang ditetapkan oleh perusahaan dalam penawaran umum tersebut.
2. Persiapkan Rekening Efek untuk Membeli Saham IPO
Untuk membeli saham IPO, Anda memerlukan rekening efek di perusahaan sekuritas yang terdaftar di OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Rekening efek ini berfungsi untuk menyimpan saham yang Anda beli dan melakukan transaksi jual beli saham. Berikut adalah langkah-langkah membuka rekening efek:
-
Pilih Perusahaan Sekuritas
Pilih perusahaan sekuritas yang terpercaya dan memiliki platform trading yang mudah digunakan. Pastikan perusahaan sekuritas tersebut terdaftar di OJK dan menawarkan layanan pembelian saham IPO. -
Buka Rekening Efek
Proses pembukaan rekening efek biasanya dapat dilakukan secara online. Anda hanya perlu mengisi formulir pendaftaran, melampirkan dokumen seperti KTP, NPWP, serta bukti alamat, dan mengikuti proses verifikasi. -
Setor Dana
Setelah rekening efek Anda dibuka, Anda perlu menyetorkan dana yang cukup untuk membeli saham IPO. Setiap perusahaan sekuritas memiliki minimal deposit yang berbeda.
3. Pahami Proses IPO
Sebelum membeli saham IPO, Anda harus memahami bagaimana proses IPO berlangsung:
-
Mekanisme Bookbuilding
Sebelum IPO, perusahaan akan melakukan proses yang disebut bookbuilding, di mana investor memberikan indikasi minat beli dan harga yang bersedia mereka bayar. Berdasarkan ini, perusahaan menentukan harga saham yang akan dijual ke publik. -
Harga dan Alokasi Saham
Setelah proses bookbuilding selesai, harga saham ditentukan, dan saham dialokasikan kepada investor yang memesan. Jika permintaan sangat tinggi, alokasi saham untuk masing-masing investor bisa lebih sedikit dari yang dipesan. -
Tanggal Listing
Setelah proses penawaran selesai, saham perusahaan akan terdaftar di bursa efek dan bisa diperdagangkan di pasar terbuka. Ini disebut dengan proses listing.
Contoh:
Pada saat IPO GoTo, harga saham ditetapkan melalui proses bookbuilding, dan setelah itu, saham GoTo terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), dimana investor bisa mulai membeli dan menjual sahamnya.
4. Cara Membeli Saham IPO
Setelah Anda memiliki rekening efek dan memahami mekanisme IPO, langkah berikutnya adalah membeli saham IPO. Berikut adalah cara untuk melakukannya:
-
Akses Platform Perusahaan Sekuritas
Setelah rekening efek aktif, masuk ke platform trading milik perusahaan sekuritas yang Anda pilih. Di sana, Anda akan melihat berbagai informasi terkait saham IPO yang akan datang. -
Pilih Saham IPO yang Ingin Dibeli
Pilih saham IPO yang sesuai dengan analisis dan tujuan investasi Anda. Biasanya, platform trading akan menyediakan informasi terkait harga saham, jumlah yang tersedia, dan cara untuk memesan. -
Isi Formulir Pemesanan
Isi formulir pemesanan saham dengan menyebutkan jumlah saham yang ingin Anda beli serta harga yang bersedia Anda bayar. Sebagian besar perusahaan sekuritas akan membatasi jumlah saham yang dapat dibeli oleh satu investor. -
Lakukan Pembayaran
Setelah mengisi formulir pemesanan, pastikan Anda melakukan pembayaran sesuai dengan instruksi yang diberikan oleh perusahaan sekuritas. Pembayaran ini akan digunakan untuk membeli saham IPO Anda.
Contoh:
Jika Anda tertarik membeli saham IPO GoTo, Anda akan melihat informasi tentang harga saham dan jumlah saham yang tersedia di aplikasi perusahaan sekuritas. Anda kemudian bisa memilih jumlah saham yang ingin dibeli dan melakukan pemesanan melalui aplikasi tersebut.
5. Perhatikan Risiko yang Terkait dengan Saham IPO
Meskipun saham IPO dapat memberikan peluang keuntungan, ada beberapa risiko yang perlu diperhatikan oleh investor:
-
Volatilitas Harga
Harga saham IPO bisa sangat fluktuatif dalam beberapa hari pertama setelah listing. Hal ini disebabkan oleh tingginya minat beli dan jual dari investor. -
Perusahaan yang Belum Terbukti
Perusahaan yang melaksanakan IPO biasanya masih dalam tahap pertumbuhan dan mungkin menghadapi banyak tantangan, baik dari segi bisnis maupun keuangan. -
Overvalued (Harga Terlalu Tinggi)
Terkadang harga saham IPO bisa terlalu tinggi dibandingkan dengan nilai perusahaan yang sesungguhnya, yang bisa berisiko bagi investor yang membeli saham dengan harga premium.
Contoh:
Pada IPO GoTo, meskipun sahamnya sangat diminati dan terdaftar dengan harga yang tinggi, harga saham sempat mengalami penurunan dalam beberapa waktu setelah listing, karena tantangan bisnis yang harus dihadapi perusahaan setelah IPO.
6. Pantau Perkembangan Saham Setelah IPO
Setelah membeli saham IPO, Anda harus terus memantau pergerakan harga saham tersebut di pasar modal. Gunakan aplikasi atau platform trading yang disediakan oleh perusahaan sekuritas untuk melacak harga saham dan memperoleh berita terbaru mengenai perusahaan yang Anda investasikan.
Jika harga saham naik sesuai dengan harapan, Anda dapat mempertimbangkan untuk mempertahankannya lebih lama atau menjualnya untuk mengambil keuntungan. Jika harga saham turun, pertimbangkan untuk melakukan analisis lebih lanjut dan memutuskan apakah Anda akan tetap mempertahankan saham tersebut atau menjualnya untuk meminimalkan kerugian.
7. Contoh Proses Pembelian Saham IPO - Studi Kasus GoTo
Sebagai contoh, mari kita lihat langkah-langkah membeli saham IPO melalui perusahaan sekuritas pada IPO GoTo yang terjadi pada tahun 2022:
-
Membuka Rekening Efek
Anda membuka rekening efek di perusahaan sekuritas yang terdaftar di OJK dan menyetorkan dana untuk membeli saham IPO. -
Pilih IPO GoTo
Setelah rekening aktif, Anda melihat di aplikasi perusahaan sekuritas bahwa GoTo akan melakukan IPO. Anda membaca prospektus yang tersedia untuk mempelajari lebih lanjut tentang perusahaan. -
Pemesanan Saham
Anda mengisi formulir pemesanan di aplikasi, menentukan jumlah saham yang ingin dibeli (misalnya 100 lembar saham), dan memilih harga yang sesuai. -
Pembayaran
Setelah mengonfirmasi pemesanan, Anda melakukan pembayaran sesuai instruksi dan menunggu alokasi saham. -
Saham Diperoleh
Setelah IPO GoTo selesai, Anda menerima alokasi saham yang Anda pesan. Saham GoTo kini tercatat di Bursa Efek Indonesia, dan Anda dapat mulai memantau pergerakan harganya.
Membeli saham IPO di pasar modal adalah kesempatan menarik untuk berinvestasi pada perusahaan yang baru terdaftar dan berpotensi berkembang pesat. Namun, proses ini memerlukan persiapan yang matang dan pemahaman yang baik tentang mekanisme IPO serta risiko yang terkait. Dengan mengikuti langkah-langkah yang telah dijelaskan dalam artikel ini, Anda bisa memulai perjalanan investasi saham IPO dengan lebih percaya diri.
Jika Anda tertarik untuk mencoba membeli saham IPO, pastikan Anda membuka rekening efek, memilih saham yang tepat, dan selalu mengikuti perkembangan pasar untuk memaksimalkan potensi keuntungan Anda. Semoga panduan ini dapat membantu Anda dalam berinvestasi di pasar modal dengan bijak.
Sumber Referensi:
- Bursa Efek Indonesia (BEI)
- Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
- Platform Perusahaan Sekuritas
.png)
Komentar
Posting Komentar