5 KEBIASAAN RECEH YANG DIAM-DIAM BIKIN KAMU GAGAL INVESTASI

Tasikmalaya, GIBEIUNPER-  Banyak orang pengen mulai investasi, tapi kok rasanya selalu gagal jalanin? Padahal bukan karena kurang pintar atau kurang modal seringnya karena kebiasaan kecil yang kelihatan sepele, tapi efeknya besar banget buat dompet. Tanpa sadar, kebiasaan receh ini bikin kamu stuck di tempat dan nggak pernah benar-benar mulai bangun aset.

Kebiasaan pertama adalah “belanja impulsif karena diskon.” Tau kan vibes-nya? Lihat notif “Flash Sale 50%” langsung auto checkout. Padahal barangnya nggak terlalu butuh juga. Ini yang bikin budget kamu bocor halus setiap bulan. Bukan kamu nggak mampu investasi uangnya cuma keburu kabur ke hal-hal yang cuma bikin seneng sesaat.

Kedua, nggak punya catatan keuangan. Banyak anak muda merasa “udah tau kok pengeluaran gue,” tapi kenyataannya cuma kira-kira doang. Tanpa tracking, kamu nggak sadar kebiasaan kecil seperti jajan kopi harian, beli jajan random, atau ongkir-ongkir receh yang kalau dijumlahin ternyata bisa jadi modal investasimu.

Ketiga, ikut gaya hidup orang lain. Temen nongkrong upgrade HP, kamu ikut. Temen staycation, kamu FOMO. Padahal kondisi keuangan kalian beda. Kebiasaan bandingin hidup ini bikin kamu jadi ngerasa “wajib” ngeluarin uang buat hal-hal yang sebenernya nggak penting. Jadinya dana investasi selalu ketunda.

Kebiasaan keempat adalah nunda-nunda mulai. Ini klasik banget. Nunggu gaji naik dulu, nunggu tabungan cukup dulu, nunggu momen yang “pas.” Faktanya, momen pas itu nggak bakal datang kalau kamu nggak mulai dari sekarang. Mulai kecil nggak apa-apa—yang penting kebiasaannya kebentuk dulu.

Kelima, terlalu sering dengerin saran keuangan random dari teman atau sosmed. Kadang informasi itu nggak cocok sama kondisi kamu, atau malah bikin kamu salah langkah. Akhirnya kamu jadi ragu-ragu, takut rugi, dan nggak maju-maju. Padahal investasi tuh personal banget—harus sesuai kebutuhan, tujuan, dan risk profile kamu.

Intinya, lima kebiasaan receh ini yang sering jadi penghambat utama. Kalau kamu bisa pelan-pelan ngurangin atau ngeganti dengan kebiasaan yang lebih sehat, investasi bakal jauh lebih gampang dijalanin. Masa depan kamu bakal lebih aman, dan kamu nggak lagi cuma jadi penonton orang lain yang portofolionya tumbuh.

Komentar