Indonesia mulai mengambil posisi strategis untuk memperkuat fondasi fiskal agar tidak terus bergantung pada utang. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan lima langkah utama yang akan menjadi fokus pemerintah ke depan.
Kebijakan ini penting bukan hanya untuk stabilitas APBN, tapi juga untuk menciptakan iklim ekonomi yang sehat, produktif, dan berdaya saing tinggi. Berikut penjelasan lengkapnya:
1. MENAIKKAN TAX RATIO UNTUK MEMPERKUAT PENERIMAAN NEGARA
Tax ratio Indonesia masih lebih rendah dibanding negara maju maupun emerging market. Pemerintah ingin:
- Meningkatkan kepatuhan pajak
- Memperluas basis pajak
- Memperkuat digitalisasi administrasi perpajakan
Tujuannya jelas: penerimaan negara makin kuat tanpa harus menambah utang.
2. MENDORONG SEKTOR RIIL & INDUSTRI LOKAL
Ekonomi yang kuat harus ditopang sektor riil yang bergerak:
- Pengembangan industri manufaktur
- Dukungan UMKM naik kelas
- Hilirisasi agar nilai tambah tinggal di dalam negeri
Semakin kuat industri lokal, semakin kecil ketergantungan pada pendanaan eksternal.
3. EFISIENSI BELANJA NEGARA FOKUS PADA YANG PRODUKTIF
Pemerintah menegaskan bahwa belanja negara harus tepat sasaran. Caranya:
- Pangkas program yang tidak produktif
- Prioritaskan sektor strategis: pendidikan, kesehatan, infrastruktur
- Tingkatkan akuntabilitas dan efektivitas
Dengan belanja yang efisien, APBN bisa bekerja lebih optimal tanpa menambah beban utang.
4. MEMPERBANYAK SUMBER PEMBIAYAAN NON-UTANG
Selain utang, pemerintah mendorong:
- Kerja sama investasi
- Public–private partnership (PPP)
- Optimalisasi aset negara
- Peningkatan penerimaan dari BUMN
Langkah ini akan memperluas sumber pembiayaan yang lebih sehat.
5. MEMASTIKAN SETIAP RUPIAH APBN MEMBERIKAN DAMPAK NYATA
Tidak cukup hanya membelanjakan anggaran—hasilnya harus terasa bagi masyarakat dan ekonomi. Pemerintah mendorong:
- Pengawasan ketat
- Evaluasi berkala
- Program yang measurable dan berdampak
Jika APBN semakin efektif, risiko fiskal menurun dan ketergantungan pada utang ikut berkurang.
Strategi ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk membangun ekonomi Indonesia yang lebih mandiri. Dengan tax ratio kuat, industri bergerak, belanja efisien, pembiayaan sehat, dan APBN berdampak nyata ketergantungan pada utang bisa ditekan secara bertahap.
Langkah-langkah ini juga memberi sinyal positif bagi investor, pelaku pasar modal, dan seluruh pelaku ekonomi yang berharap pada pertumbuhan jangka panjang yang stabil.
Tim Edukasi
.png)
Komentar
Posting Komentar