IHSG CETAK REKOR TERTINGGI SEPANJANG MASA: NAIK 1,85% KE LEVEL 8.570


Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan performa impresif pada perdagangan Senin, 24 November 2025. Berdasarkan data RTI, IHSG ditutup menguat
1,85% atau naik 155 poin ke level 8.570. Angka tersebut menjadi level tertinggi sepanjang sejarah (all time high), menandai optimisme kuat di pasar saham Indonesia.

Aktivitas Transaksi yang Sangat Tinggi

Kenaikan IHSG hari ini juga diiringi aktivitas pasar yang sangat ramai:

  • Volume transaksi: 51,65 miliar saham

  • Nilai transaksi: Rp 45,65 triliun

  • Frekuensi transaksi: 2,55 juta kali

Dari total saham yang diperdagangkan:

  • 343 saham menguat

  • 297 saham melemah

  • 172 saham stagnan

Tingginya nilai transaksi menunjukkan meningkatnya minat investor baik ritel maupun institusi, sejalan dengan sentimen positif makro ekonomi dan kapitalisasi pasar yang terus tumbuh.

IHSG Menguat di Berbagai Periode

Tidak hanya pada perdagangan harian, IHSG juga mencatatkan kenaikan konsisten dalam berbagai rentang waktu:

  • Mingguan: +1,82%

  • Bulanan: +5,58%

  • Tiga bulanan: +9,05%

  • Enam bulanan: +21,73%

Secara tahunan, performanya juga solid:

  • Year-to-date (2025): +21,05%

  • Setahun terakhir: +10,44%

Kinerja ini menegaskan tren bullish yang terus berlanjut dan memperlihatkan kuatnya fundamental pasar Indonesia sepanjang tahun 2025.

Apa yang Mendorong IHSG Menguat?

Beberapa faktor yang diyakini mendorong kenaikan signifikan IHSG antara lain:

  1. Aliran modal asing yang masuk seiring meningkatnya kepercayaan investor global.

  2. Stabilitas kondisi makroekonomi seperti inflasi terkendali dan pertumbuhan ekonomi positif.

  3. Kinerja emiten besar terutama sektor perbankan, komoditas, dan teknologi yang mencatat pertumbuhan laba.

  4. Sentimen positif global terkait meredanya ketidakpastian geopolitik.

Rekor baru IHSG di level 8.570 menunjukkan bahwa pasar modal Indonesia semakin atraktif dan kompetitif. Dengan tren penguatan yang konsisten di berbagai periode, tahun 2025 menjadi salah satu tahun emas bagi investor. Meski demikian, investor tetap perlu cermat menganalisis risiko, terutama di tengah volatilitas global.


Tim Edukasi

Komentar