Tasikmalaya, GIBEIUNPER- Pernah nggak sih, pas mau tarik tunai atau transfer, jari sudah siap pencet tombol tapi hati malah dag-dig-dug karena takut lihat saldo? Buat banyak orang, momen cek saldo ATM adalah saat paling menegangkan, apalagi di akhir bulan. Angka yang muncul di layar sering kali jadi penentu: bisa senyum lega atau malah langsung mikir “bulan ini harus super hemat”.
Umumnya, sisa uang di ATM yang bikin orang mulai ketar-ketir itu ketika jumlahnya sudah di bawah kebutuhan hidup satu minggu. Misalnya, saldo tinggal ratusan ribu sementara tanggal gajian masih lama. Di titik ini, pikiran mulai ke mana-mana: bayar makan, bensin, kuota, sampai tagihan kecil yang sering terasa sepele tapi rutin.
Lebih parah lagi kalau saldo ATM tinggal dua digit atau pas-pasan di bawah Rp100 ribu. Banyak orang langsung refleks hitung ulang pengeluaran dan menunda semua hal yang nggak wajib. Bahkan sekadar nongkrong atau jajan kecil pun jadi bahan pertimbangan panjang karena takut saldo benar-benar habis sebelum gajian.
Supaya nggak sering sampai di fase ketar-ketir ini, tips pertama adalah kenali “batas aman” saldo pribadi. Setiap orang beda-beda, tapi idealnya punya minimal saldo yang cukup untuk kebutuhan 5–7 hari ke depan. Kalau saldo sudah mendekati angka ini, itu tanda harus rem darurat dalam belanja.
Tips kedua, biasakan pisahkan uang sejak awal. Gunakan rekening atau dompet digital berbeda untuk kebutuhan harian, tabungan, dan dana darurat. Dengan cara ini, kamu nggak gampang “khilaf” karena semua uang tercampur jadi satu dan terasa masih banyak.
Terakhir, rajin catat pengeluaran sekecil apa pun. Kelihatannya ribet, tapi cara ini ampuh bikin kamu sadar ke mana uang pergi. Dari situ, kamu bisa evaluasi dan mencegah saldo ATM menyentuh angka yang bikin jantung berdebar. Ingat, cek saldo seharusnya bikin tenang, bukan bikin panik.

Komentar
Posting Komentar